Blog dukung Unair di Webometrics

Posted on January 28th, 2009 in Tekno Area by taufiq

Webometrics 2009Akhir-akhir ini kita sering mendengar bahwa pemeringkatan perguruan tinggi dunia bisa diketahui melalui Webometrics. Apa sih webometrics itu ?. Berikut ini, saya mencoba memberi pengenalan sedikit tentang webometrics yang saat ini banyak mendapatkan perhatian khusus dari kalangan perguruan tinggi.

Webometrics merupakan hasil karya Cybermetrics Lab, atau sebuah kelompok penelitian bagian dari National Research Council (CSIC) dari Spanyol yang mempublikasikan rangking universitas-universitas seluruh dunia setiap enam bulan sekali (Januari dan Juli) dalam situs yang beralamat di www.webometrics.info

Penentuan perangkingan universitas dunia oleh Webometrics berdasar beberapa faktor, diantaranya adalah :

  • Visibility (V) : banyaknya tautan (link) eksternal atau  dalam artian jumlah situs lain yang mengirimkan link menunjuk ke situs yang bersangkutan. Visibility bukan berarti hit, tapi jumlah total link yang dibuat oleh situs lain yang menunjuk ke sebuah situs. Blog pun kalau disyaratkan mencantumkan web-link perguruan tinggi, akan bisa berpengaruh pula terhadap peringkat perguruan tinggi yang memfasilitasi blog tersebut.
  • Size (S) : adalah jumlah halaman yang ditemukan di empat mesin pencari (search engine), seperti : Google, Yahoo, Live Search, dan Exalead.
  • Rich File (R) : adalah volume atau jumlah file yang ditemukan dalam situs perguruan tinggi dengan format berupa file PDF (Adobe Acrobat Reader), PS (PostScript), DOC (Microsoft Word), & PPT (PowerPoint).
  • Scholar (Sc) : adalah jumlah tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan yang bersifat akademis lainnya. Sc ini diambil dari Google Scholar.

Dari beberapa faktor tersebut, ada satu faktor (Visibility) yang bisa kita optimalkan sebagai salah satu bentuk kontribusi blogers Unair untuk mendukung peringkat Web Unair ke posisi yang lebih tinggi. Satu bentuk dukungan kita itu adalah minimal dengan mencantumkan alamat situs unair atau Unair web-link (www.unair.ac.id) pada fasilitas Blogroll atau Link yang tersedia di dalam blog hasil karya kita.

Untuk itu, melalui posting-an ini, saya mengajak kepada seluruh kreator blog yang tergabung dalam blog.unair.ac.id, dan di domain blog manapun, mari bersama kita bantu peningkatan posisi Unair dalam Webometrics dengan mencantumkan link www.unair.ac.id di dalam blogroll atau menu link pada blog pribadi atau institusi masing-masing mulai dari sekarang.

Era Zettabyte by Cisco

Posted on August 27th, 2008 in Tekno Area by taufiq

Varian network generasi baru sebagai supporting dunia maya telah dirancang oleh Cisco. Adalah pengembangan suatu teknologi Internet Protocol over dense wavelength-division multiplexing (IPoDWDM) untuk mendukung operator telekomunikasi dan penyedia jasa Internet menyongsong era Zettabyte.

Teknologi IPoDWDM ini memungkinkan untuk digelar di sepanjang jaringan milik operator telekomunikasi dan penyedia jasa Internet, dari inti jaringan memanfaatkan Cisco Carrier Routing System (CRS-1) sampai di ujung jaringan dengan tersedianya router seri Cisco XR12000 dan 12000.

Berdasarkan laporan ‘Cisco Visual Networking Index (VNI) Forecast and Methodology, 2007-2012,’ lalu lintas video di Internet pada tahun 2012 akan sebesar 400 kali lipat dibandingkan lalu-lintas Internet backbone di Amerika Serikat tahun 2000.

Terlihat pada tren ini, Internet video telah melonjak dari 12 persen pada tahun 2006 menjadi 22 persen pada tahun 2007 pada lalu-lintas Internet konsumer secara global. Video on demand (VoD), IPTV, peer-to-peer video dan Internet video diperkirakan akan mencapai hampir 90 persen dari seluruh lalu-lintas IP konsumer di tahun 2012.

Dalam rilisnya Cisco mengatakan, kelebihan dari pengembangan teknologi IPoDWDM adalah memberikan kemampuan bagi operator telekomunikasi dan penyedia jasa Internet untuk melipatgandakan jangkauan penyampaian bandwidthnya sampai 2.000 kilometer tanpa regenerasi melalui pengelolaan Cisco CRS-1.

Selain itu, pengembangan teknologi …

Bandwith Juga Bisa Langka

Posted on July 31st, 2008 in Tekno Area by taufiq

Sebuah berita yang mungkin sedikit membuat hati kita kecewa. Sebuah studi memperingatkan bahwa pengakses internet di dunia terancam masalah ‘kelaparan bandwidth’. Hal ini terjadi ketika infrastruktur yang ada, tidak lagi mampu melayani permintaan bandwidth untuk melayani semua keinginan konsumen dalam mengakses internet.

Dalam studi ‘Global Bandwidth Study’ yang dibesut oleh CIP Technologies itu, diprediksi permintaan bandwidth internet dunia bakal meningkat dua kali lipat dalam dua tahun ke depan. Dan dalam lima tahun, permintaan akan makin berlipat ganda.

Salah satu alasannya adalah maraknya akses video online maupun pengiriman data-data “raksasa”. Menurut David Payne, akademisi Institute of Advanced Telecommunications at Swansea University yang membesut studi ini, hal itu akan membebani infrastruktur jaringan yang ada sekarang.

“Sulit memperkirakan bagaimana operator akan meningkatkan arsitektur jaringan untuk memenuhi kebutuhan, sementara mereka harus tetap memperhitungkan keuntungan,” tutur Payne.

CIP Technologies pun menyarankan adanya perubahan teknologi untuk memenuhi permintaan bandwidth yang terus melesat. Antisipasi harus tetap dilakukan sejak dini.

PDF-isasi

Posted on July 5th, 2008 in Tekno Area by taufiq

Pada headline berita detikinet.com (5/7/2008) ditulis tentang Format PDF yang telah resmi menjadi standar internasional. Hal ini menjadi bukti perkembangan nyata bahwa mayoritas aktifitas manusia hampir di seluruh dunia yang berkait ‘dunia data’, kini telah bergulir ke arah pemanfaatan teknologi digital, sehingga mau tak mau bagi si pembuat software PDF dalam hal ini adalah Adobe, memutuskan untuk men-sertifikasi-kan produknya. 

Adalah Lembaga International Organization for Standardization (ISO) yang mengumumkan bahwa produk Portable Document Format (PDF) dari Adobe resmi menjadi standar internasional.

PDF adalah format dokumen digital yang terus menanjak popularitasnya. Menurut Adobe, saat ini terdapat 2000 pengembang PDF dan miliaran file PDF dipakai di seluruh dunia.

Dengan menjadi standar internasional ini, Adobe menyerahkan kontrol PDF pada ISO dalam ISO International Standard 32000-1. ISO bakal bertanggungjawab mempublikasikan spesifikasi versi terkini PDF yakni 1.7 dan juga pengembangan versi selanjutnya.

“Dengan memberikan spesifikasi penuh PDF pada ISO, kami memperkuat komitmen pada keterbukaan,” tutur Kevin Lynch, Chief Technology Officer Adobe. Adobe berharap dengan didapatnya standar ISO ini, format PDF akan semakin banyak dipakai oleh berbagai kalangan, utamanya pemerintah dan perusahaan besar. Sekretaris Jenderal ISO Alan Bryden menambahkan bahwa dengan standar ISO ini, format PDF bisa tersedia secara mudah bagi stakeholders dan pengembang yang berminat.

Memang di Indonesia sendiri, dalam hal ini di bidang pengelolaan koleksi pustaka harus kita akui, bahwa untuk pengelolaan maupun pemanfaatan file berformat PDF adalah masih merupakan ‘idola besar’ dan ‘harapan besar’ bagi user maupun pengelola perpustakaan digital, khususnya perpustakaan perguruan tinggi seperti Unair yang juga banyak mempunyai koleksi local content hasil karya sivitas akademikanya.

Adalah suatu tantangan yang mungkin telah menjadi sinyalemen suatu kebutuhan untuk mengeksplorasi hasil karya local content tersebut, karena hingga kini local content itu merupakan hasil karya yang bisa dibilang masih berstatus ‘Hidden Treasure’.

Hal ini bisa dimaklumkan karena konsentrasi dan skala prioritas manajemen institusi cenderung lebih memilih ke arah kebijakan development programme lain yang lebih urgent ketimbang melakukan pengolahan dan pengemasan data dokumen informasi yang telah bertumpuk-tumpuk di rak atau di gudang masing-masing.

Atau bahkan mungkin ada yang telah menunjukkan langkah positif, bahwa digitalisasi telah masuk menjadi perencanaan dalam jangka waktu panjang karena ‘hidden treasure‘ yang dimiliki instansinya lumayan besar, atau malah bisa juga memang benar-benar luput dari perhatian untuk mengolah secara serius bidang digitalisasi data karena sedari awal telah berasumsi bahwa digitalisasi bagi institusinya adalah ’mission impossible‘, juga masih karena alasan yang klasik yaitu terbatasnya pada masalah finansial untuk pengadaan sarana dan prasarananya.

Cisco DMS : Inovasi Bagi Pertelevisian

Posted on June 29th, 2008 in Tekno Area by taufiq

Sebagai wujud aktif pengembangan “bentangan sayapnya”, Cisco memperkenalkan teknologi baru dari Cisco Digital Media System (DMS). Solusi ini diklaim dapat membantu organisasi atau perusahaan untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan, memfasilitasi kebutuhan belajar dan pelatihan serta meningkatkan produktivitas karyawan.

Merasa sebagai bagian dari produk dan layanan digital media, Cisco meluncurkan aplikasi yang disebut dengan Enterprise TV dan Cisco Digital Media Player 4400G. Cisco Enterprise TV (ETV) merupakan aplikasi media digital interaktif yang memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk mengantarkan video berdasarkan permintaan dan menayangkan acara TV secara langsung melalui jaringan Internet Protocol (IP) ke media digital.