Orientasi yang Benar dalam Hidup

Posted on June 14th, 2008 in IslaMy by taufiq

Mungkin kita pernah mambaca kisah sukses pendiri Honda Motor yang memimpin 43 perusahaan tersebar di 28 negara. Atau kisah Kyoto Ceramics yang memiliki perusahaan dengan omzet 400 juta US Dollar dalam setahun.

Kedua usahawan sukses kelas dunia ini memiliki cara yang sama dalam menjalani kehidupan. Soichiro, sang pendiri Honda Motor tidak memiliki rumah pribadi dan tinggal di tempat yang sederhana. Ia juga tidak memberikan warisan kepada anak-anaknya, kecuali mengajarkan kepada anak-anaknya agar bisa berusaha sendiri dan hidup mandiri. Sementara itu pendiri Kyoto Ceramics, memilih cara hidup yang amat sederhana, yaitu memandang rendah kemewahan.

Pertanyaannya, apa motivasi bisnis mereka kalau memilih gaya hidup seperti itu ?.

Pengajian Rutin Staf Unair

Posted on April 15th, 2008 in IslaMy by taufiq

 Pengajian di Graha BIK-Iptekdok

Selasa, 15 April 2008 pukul 10.00 wib. bersama teman-teman perpustakaan dan juga teman-teman dari fakultas serta unit instansi yang lain se-Universitas Airlangga, saya menghadiri undangan Pengajian Rutin bagi Staf Unair. Dalam acara yang tempatnya bergiliran ini, untuk kali kesekian yang bertindak sebagai tuan rumah adalah Fakultas Kedokteran Unair. Berikut ringkasan acara dan materinya :

Setelah acara protokoler penerimaan dan juga sambutan oleh tuan rumah, saatnya mendengarkan Taushiyah oleh Bapak Ustadz Dr. Ir. Abdullah Sahab yang juga seorang Dosen ITS.

Diawal taushiyah, setelah bersholawat kepada Nabi, seperti halnya pembicara pada pengajian lainnya, sang Ustadz berpesan agar kita sebagai umat muslim tak henti-hentinya untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh swt. Sang Ustadz juga merasa berbangga hati melihat antusias staf Unair yang cukup banyak dalam menghadiri Pengajian Rutin tersebut.

“Majelis ini adalah majelis yang mulia, majelis ini adalah majelis yang tidak seperti pada majelis lainnya. Mengapa ? Karena majelis ini ada jaminan dihadiri oleh makhluk Alloh yang lain selain manusia, yaitu malaikat.” demikian kata sang Ustadz yang berparas “Timur Tengah” ini.

« Previous Page