Mohon maaf lahir dan batin

Posted on August 4th, 2014 in IslaMy by taufiq

Ibuku

Posted on December 22nd, 2011 in IslaMy by taufiq

Yaa Alloh,
Anta Robbuna laa ilaaha illaa Anta,
angkat dan ringankanlah beban ibuku,
ampuni dan selamatkanlah beliau,

Yaa Alloh,
yaa Kariimu akrimnaa bittaqwaa,
bahagiakan dan muliakanlah sisa hidup ibuku,
jadikanlah akhir hayat beliau khusnul khotimah,

Yaa Alloh,
yaa Ghoniyyu aghninaa bihalaalika ‘an haroomika,
hanya Engkaulah yang Maha Kaya,
yang bisa membalas samudera kasih sayang ibu terhadapku,
dibanding setetes baktiku kepada beliau,

Yaa Alloh,
yaa Majidu aatinaa majdaka,
sekali lagi kumohon .. yaa Robb,
ampuni dan lindungilah ibuku dalam kemuliaanMu,

Allohummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayana shoghiro, walhamdulillahi robbil ‘alamin.

Maaf Lahir Batin

Posted on September 30th, 2009 in IslaMy by taufiq

 idulfiqi_1430h.gif

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.

Mohon maaf lahir dan batin

Minal ‘aidin wal faizin. Taqobbalallohu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, taqobbal yaa kariim.

Tuku jinten imbuh janur sak kupat e papat, mlaku mulih nyenggol bakul kacang koro,

Menawi wonten atur serat kulo ingkang lepat, dinten meniko kulo nyuwun pangapuro,

nggih dulur … matur suwun.

Makna minal ‘aidin wal faizin

Posted on September 30th, 2009 in IslaMy by taufiq

Sering kita baca, tulis, ucap, atau dengar kalimat Selamat Idul Fitri  yang kemudian diikuti dengan beberapa kalimat berbahasa Arab seperti, Minal ‘aidin wal faizin. Ucapan atau kalimat itu muncul setiap tahun, dan yang pasti .. sangatlah tidak asing bagi kita. Tak sedikit para ulama dan ustadz yang memberikan tausiyah terhadap kalimat-kalimat ini. Melalui postingan ini saya ingin mengingatkan kembali tentang definisi kalimat-kalimat tersebut agar tak ada lagi kekeliruan penafsiran terhadap arti dan makna sesungguhnya dari kalimat-kalimat seperti yang berikut ini : 

  • Rasulullah biasa mengucapkan taqobbalallohu minna wa minkum kepada para sahabat, yang artinya semoga Allah menerima aku dan kalian. Maksudnya menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan.
  • Beberapa sahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum, yang artinya puasaku dan puasa kalian. Jadi, ucapan ini bukanlah dari Rasulullah, melainkan dari para sahabat.
  • Ucapan minal ‘aidin wal faizin tidak pernah dicontohkan, ini adalah budaya orang Indonesia. Selama ini terjadi salah kaprah oleh karena ucapan tersebut sering diikuti dengan kalimat “mohon maaf lahir dan batin”, padahal arti sesungguhnya demikian: ‘aidin berarti kembali, faizin berarti menang, kalo dirangkaikan maksudnya adalah semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kembali (fitrah) serta termasuk ke dalam golongan orang-orang yang meraih kemenangan karena berhasil melawan hawa nafsu dan berhasil melaksanakan semua ibadah di bulan Ramadhan.

Semoga dengan membaca ini, kita akan teringat kembali tentang arti dan makna sesungguhnya dari kalimat yang sering diucapkan dalam nuansa Lebaran itu.

Kita ketahui bersama sekarang, bahwa kalimat ucapan berbahasa Arab di Idul Fitri itu adalah do’a, bukan pemintaan maaf lahir dan batin. Akhirnya perkenankan saya mengucapkan Mohon maaf lahir dan batin, atas segala kesalahan dan kekhilafan saya, baik sengaja maupun yang tidak saya sengaja.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang meraih kemenangan, dan semoga kita benar-benar kembali fitrah. Amiin yaa robbal ‘alamin.

Dimensi Qurban

Posted on December 9th, 2008 in IslaMy by taufiq

Telah teramat banyak hal kejadian di dunia ini yang bisa diambil makna manfaatnya dalam menjalani bentangan perjalanan hidup seorang manusia. Alloh swt telah menuntun kita ke mana seharusnya kita melangkah. Serta berusaha menemukan ujung makna bahwa manusia adalah makhluk Alloh yang wajib patuh dan menyembah kepada-Nya, bukan terhadap lainnya.

Hingga diciptakanlah sebuah contoh keteladanan itu melalui seorang nabi, yaitu Nabi Ibrahim As, yang dikenal sebagai khalilulloh atau sahabat Alloh. Hingga di usia yang tergolong senja Nabi Ibrahim belum juga dikaruniai putera, padahal beliau sangat menginginkannya. Alloh Maha Mendengar dan Maha Pemurah, akhirnya keinginan itu pun dikabulkan, lahirlah Ismail. Semenjak kelahiran Ismail, kasih sayang kepadanya begitu besar pada anaknya itu.

Perubahan sikap ini memunculkan bahaya yang jelas, yaitu bahwa hubungan kasih sayang itu bisa menjadi hubungan yang posesif, hubungan terikat, hingga hubungan kepemilikan yang bisa mengalahkan lainnya. Alloh pun menguji untuk menyelamatkannya melalui mimpi dengan perintah yang tak masuk akal bagi manusia, yaitu menyembelih Ismail. Nabi Ibrahim pun perlu waktu untuk mempertimbangkan dan mendiskusikannya kepada Ismail. Dan subhanalloh, baik Ibrahim maupun Ismail, keduanya lolos dari jeratan bahaya itu. Kuncinya adalah karena mereka berdua saling ikhlas.

Lewat fakta ini bahwa diriku bukanlah milikmu, anakmu bukanlah milikmu, melainkan milik Alloh sang Maha Hidup, patutlah tidak diingkari. Dan Alloh ridho terhadap mereka berdua, sehingga ketika pedang telah diayun menebas leher sang Ismail, namun yang tertebas dan berdarah adalah seekor domba. Dan, Ismail pun tersenyum karena dirinya telah diselamatkan.

Acara mengenang peristiwa itu pun berlanjut dari generasi ke generasi baru hingga sekarang dengan tema Idul Adha atau Hari Raya Qurban dengan ikon acara menyembelih hewan kurban. Esensinya itu sendiri entah tepat sasaran ataukah tidak. Bila esensinya, hanya memusnahkan sifat memiliki sehingga tidak ada lagi serakah dan kikir, maka ribuan domba yang telah disembelih adalah tanpa makna.

Kata ‘Qurban’ berarti mendekatkan diri, dan menurut Islam qurban adalah mengukur kembali derajat pendekatan diri kita kepada Alloh seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya, yaitu Nabi Ismail.

Dalam Idul Qurban ada dimensi yang bisa kita catat sebagai ilmu dan lakukan sebagai amal :

  • Taat dan total berserah kepada Alloh swt sehingga sedikitpun tanpa keraguan dalam melaksanakan perintahNya.
  • Murah hati kepada sesama manusia dengan berpikir ke awal bahwa manusia diciptakan adalah untuk bermasyarakat secara beradab, saling memberi, dan saling membantu ke arah kebajikan tanpa membedakan status.
  • Memanfaatkan kepemilikan harta sebagai ladang amal dan shodaqoh bagi orang lain, dengan mengaplikasikan konteks bahwa hartamu bukanlah milikmu seutuhnya, tetapi justru diri kita inilah milik Alloh seutuhnya. (fiq)

Bagi Siapakah Idul Fitri ?

Posted on October 7th, 2008 in IslaMy by taufiq

“Laisal ‘id liman labisal jadid, walakinnal ‘id liman imaanuhu yazid”

‘Id (Idul Fitri) itu bukanlah untuk mereka yang bajunya baru,
akan tetapi ‘id (Idul Fitri) itu adalah bagi mereka yang imannya bertambah.

Makna Zakat

Posted on September 17th, 2008 in IslaMy by taufiq

Berikut ini adalah 4 (empat) makna zakat berdasar variasi bahasa yaitu :

  1. AZZAKAH, artinya BERSIH. Ini mengandung pengertian bahwa orang yang telah menunaikan zakat berarti ia telah membersihkan hartanya dari kotoran yang melekat padanya.
  2. AZZIYADAH, artinya BERTAMBAH. Kata ini mengandung pengertian bahwa orang yang menunaikan zakat dengan ikhlas, akan bertambah atau berlipat rizkinya, baik barokah maupun nominalnya.
  3. ASSHODAQOH, artinya SUBUR. Pengertian yang dikandungnya adalah bahwa orang yang mengeluarkan zakat atau shodaqoh akan bertambah subur rizkinya, tidak akan layu, kering, bahkan tak akan mati.
  4. ANNAMA, artinya BERKEMBANG. Arti yang terkandung pada kata ini adalah bahwa orang yang mengeluarkan zakat atau shodaqoh untuk Islam, maka rizkinya akan selalu berkembang, tak akan surut apalagi bangkrut.

Seperti firman Allah swt :

  • “Bahwa pungutlah zakat dari harta mereka yang akan membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At Taubah : 103)
  • “Dan orang-orang mu’min itu baik laki-laki maupun perempuan sebagian menjadi pemimpin (pelindung), yang saling menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan, mendirikan sholat dan membayar zakat, serta mentaati Allah dan RasulNya, mereka itulah yang akan memperoleh karunia dari Allah” (QS. At Taubah : 7)

Aksi yang Sempurnakan Puasa

Posted on September 1st, 2008 in IslaMy by taufiq

Ada beberapa aksi atau tindakan nyata yang insya’ Allah menjadikan puasa Ramadhan kita lebih sempurna, adalah sebagai berikut :

  1. Melaksanakan Makan Sahur, “Bersahur itu berkah, maka janganlah kamu tinggalkan, walau seorang diantara kamu itu akan mereguk air. Karena Allah dan malaikat-Nya akan mengucapkan sholawat kepada orang-orang yang bersahur.” (HR. Ahmad)
  2. Bersegera Berbuka Puasa, berbuka puasa yang lebih baik adalah berbuka dengan makan buah-buahan yang manis seperti kurma, pisang, dll. “Rasulullah saw biasa berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum shalat. Jika tidak ada, maka dengan kurma-kurma kering. Jika tidak ada pula, maka direguknya beberapa reguk air.” (HR. Abu Daud).
  3. Memperbanyak Membaca Al Qur’an, Ramadhan adalah Syahrur Qur’an, atau Bulan Al Qur’an, oleh karena itu dianjurkan untuk banyak membaca, menelaah, mempelajari, dan memahami kandungan Al Qur’an di bulan Ramadhan.
  4. Memperbanyak Sedekah, Rasulullah bersabda : “Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan” (HR. Turmudzi).
  5. Qiyamul Lail, yaitu shalat sunnah minimal sebanyak sebelas rakaat (termasuk shalat witir), bisa dilakukan dengan berjamaah atau sendiri-sendiri, boleh di masjid, di rumah, ataupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan. “Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Allah swt mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra’ : 79)
  6. Melakukan I’tikaf, “Bahwa Nabi Muhammad saw biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, hingga beliau wafat, kemudian sesudah (wafat)nya, isteri-isterinya ber-i’tikaf.” (HR. Mutafaq’alaih).
  7. Memperbanyak Berdo’a, “Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang mendo’a apabila berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah : 186).

Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua.

Kiat Sukses di Bulan Ramadhan

Posted on August 27th, 2008 in IslaMy by taufiq

Kurang beberapa hari lagi kita akan ditemukan dengan satu bulan yang penuh tantangan, penuh ampunan, dan penuh dengan pahala berlipat bagi siapa saja yang dapat memanfaatkan berkah di bulan ini.

Ada beberapa kiat yang insya’ Allah dapat membantu kesuksesan kita dalam menggapai berkah Ramadhan :

  1. Luruskan niat, adalah amalan hati dan tak seorangpun dapat mengetahui secara pasti, kecuali Allah swt dan diri sendiri. Berniatlah untuk memotivasi diri untuk berbuat sesuatu yang dapat meningkatkan nilai sebuah amal dan perbuatan kita. “Banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapat bagian apapun dari puasanya, melainkan lapar dan dahaga” (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah).
  2. Buatlah target dan rencana program Ramadhan, manfaatkan momen Ramadhan untuk meningkatkan amaliah kita, baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga perlu target-target agar Ramadhan kali ini lebih baik di sisi Allah swt. Susunlah program prioritas untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang selama ini dan pernah kita lakukan.
  3. Bekali diri dengan ilmu, perbanyak mencari sumber-sumber referensi dengan membaca atau mendengarkan taushiyah pencerahan tentang hal-hal amaliah atau ibadah sunnah apa saja yang sangat besar pahalanya di bulan ini.
  4. Carilah lingkungan yang mendukung, pandai-pandailah dalam menempa dan menempatkan diri dengan mencari lingkungan yang mendukung agar tujuan Ramadhan kita tetap terjaga dan terhindar dari pengaruh kotor oleh pengaruh hal-hal yang dapat membatalkan ibadah Ramadhan kita. Perbanyak i’tikaf di masjid, hadiri majelis ta’lim, dll.
  5. Lakukan muhasabah setiap hari, introspeksi dan evaluasi diri terhadap apa yang telah kita lakukan sedari awal perencanaan bahwa apakah telah sesuai dengan target yang kita harapkan. Kalau ternyata masih jauh, maka beristighfarlah kepada Allah swt dan berdoalah memohon ampun kepada-Nya agar diberikan kekuatan. Jika telah tercapai target yang kita harapkan, segera bersyukurlah kepada Allah swt, sebab semua itu adalah semata-mata atas karunia dan hidayah-Nya.
  6. Perbanyak ibadah sunnah dan kurangi aktivitas duniawi, bahwa menjelang datangnya Ramadhan berubahlah rona muka Rasulullah saw. Beliau akan menambah jumlah rakaat shalat (sunnah) nya, dan beliau akan bertambah tawadu’ (merendah diri) dalam do’a-do’anya, serta beliau lebih menampakkan rasa takutnya kepada Allah swt (diriwayatkan Aisyah r.a).

Semoga bermanfaat dan dapat memotivasi diri kita agar benar-benar dapat memanfaatkan momen Ramadhan tahun ini, mumpung diri kita masih diberi kesempatan dan dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini.

Motivasi yang Benar

Posted on June 20th, 2008 in IslaMy by taufiq

Dulu pernah ada seorang juri berkata kepada kontestan peserta Pildacil yang baru saja usai memberikan “taushiyah”. Juri ini berkata “Kamu terbaik saat ini. Ini yang diinginkan juri. Beberapa tahun ke depan, rumah dan mobil kamu akan mewah. Kamu juga akan bisa membangun masjid”.

Wow, sebuah “nasihat” yang membuat miris. Sebuah “nasihat” yang seharusnya membuat orang tua ngeri membayangkan masa depan anaknya. Padahal bukankah Allah swt telah berfirman, ’Katakanlah : “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagiNya; Dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.’ (QS. Al-An’am [6] : 162-163)

Kunci paling pokok mengantarkan anak meraih sukses adalah dengan membentuk jiwanya, membangun motivasi, membakar semangat, dan mengarahkan orientasi hidupnya semenjak dini. Kita bakar semangatnya untuk bersungguh-sungguh melakukan yang terbaik demi sebuah idealisme yang buahnya ada di surga.

Orientasi hidup inilah yang perlu kita tanamkan pada anak-anak kita. Kita tumbuhkan pada dirinya orientasi hidup yang bersifat spiritual sejak usia kanak-kanak. Kita bangkitkan cita-cita untuk menjadi orang yang paling banyak memberi manfaat bagi agama dengan harta dan jiwanya. Semoga dengan itu, ia menjadi orang yang ikhlas dalam memberikan harta, hidup, dan dirinya bagi agama.

Ini semua merupakan akar motivasi. Di sekolah, hal-hal yang bersifat motivasional tersebut secara keseluruhan, termasuk bagian dari dasar-dasar berpengetahuan (The basic of knowing) yaitu bagian penting pendidikan yang harus kita bangun pada para peserta didik di jenjang sekolah dasar, terutama kelas satu sampai tiga. Mudah-mudahan dengan itu anak kita memiliki motivasi intrinsik yang kuat. Bukan motivasi ekstrinsik, yakni tergeraknya seseorang melakukan sesuatu karena dorongan dari luar. Bukan karena merasa apa yang dilakukannya itu baik dan memang seharusnya dilakukan.

Jika motivasi intrinsik memiliki akar yang kuat sehingga sulit diruntuhkan, maka motivasi ekstrinsik justru mudah patah tanpa perlu kita patahkan. Semakin intrinsik memotivasi seseorang, semakin kuat daya tahannya melakukan sesuatu dengan penuh semangat.

Next Page »