Mengatasi konflik dengan rekan kerja

Posted on September 23rd, 2009 in beLife by taufiq

Berbeda pendapat dan berselisih pemikiran dengan rekan sekantor memang sangat tidak menyenangkan hingga bisa berakibat timbulnya salah paham. Disamping bisa berpengaruh terhadap kinerja Anda, suasana kerja yang tidak kondusif juga dapat mengganggu rekan kerja lainnya. Berusahalah untuk melakukan pendekatan dengan rekan kerja yang bermasalah, lalu segera atasi situasi yang membuat janggal tersebut.

Berikut ini ada beberapa langkah upaya untuk melenturkan kembali suasana kantor yang tegang akibat perselisihan Anda.

  • Temui dan hadapi langsung rekan kerja yang berselisih paham dengan Anda. Akan lebih baik jika Anda mengeluarkan segala keluhan dan unek-unek langsung kepadanya daripada harus memendamnya atau berbicara dibelakangnya. Hal ini malah akan semakin memperburuk keadaan.

  • Ajak bicara dengan tenang, sabar dan rasional. Hindari diri dari bergosip serta melakukan serangan terhadap rekan kerja yang berkonfrontasi dengan Anda.

  • Berusahalah untuk tidak menampilkan ekspresi permusuhan dengannya, baik melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah ataupun nada suara. Jadilah orang yang tegas tanpa harus bersikap agresif.

  • Tetap konsisten untuk bersikap profesional. Simak setiap perkataannya di kantor dengan baik dan seksama, terutama saat di ruang rapat. Perlihatkan ekspresi ketertarikan akan permbicaraannya atau ide yang dilontarkannya. Anda bisa menganggap idenya itu sebagai masukan berarti tanpa harus menyetujuinya.

  • Bersikaplah fleksibel terhadapnya. Bicarakan secara jelas tentang apa yang Anda inginkan darinya. Tawarkan pula solusi dan saran yang positif tentang masalah yang Anda berdua hadapi.

  • Bicaralah dengan atasan Anda bila masalah dengan rekan kerja ini semakin serius dan sudah mengganggu kinierja Anda dan tim. Mintalah bantuannya tanpa harus merajuk dan menghasut.

  • Belajarlah untuk memahami berbagai tipe kepribadian dari masing-masing teman sekantor Anda. Sekali saja Anda memahami tentang sikap dan perilaku mereka, maka untuk seterusnya Anda dapat dengan mudah berinteraksi dengannya lebih efektif.

  • Mengambil sikap memahami dirinya bukan berarti tidak bisa tegas dengan rekan kerja yang berkonfrontasi. Namun jangan pernah biarkan mereka menekan Anda hingga Anda sulit untuk beraktifitas dan melakukan sesuatu.

Semoga Bermanfaat.

Adab bertelepon

Posted on September 23rd, 2009 in beLife by taufiq
  1. Berkomunikasi dengan klien ataupun para pelanggan via telepon tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Diperlukan pendekatan yang khusus agar pembicaraan Anda dengan mereka di telepon berjalan efektif dan sukses. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berkomunikasi via telepon :

  2. Gunakan nama depan Anda saat memperkenalkan diri. Ini merupakan salam pembuka yang ramah dan hangat sebagai standar profesional bisnis.

  3. Cobalah untuk tidak membiarkan klien atau pelanggan yang menelepon menunggu terlalu lama. Bila Anda tidak bisa membantunya secepat mungkin katakan padanya Anda akan menelponnya kembali.

  4. Bersikaplah sabar, bersahabat dan dengarkan secara seksama apa yang klien atau pelanggan sampaikan. Hindari menyela atau melontarkan jawaban sebelum klien atau pelanggan menyelesaikan pembicarannya.

  5. Segera tindak-lanjuti telepon dari klien atau pelanggan. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan dari mereka sekaligus menunjukan bentuk pelayanan terbaik dari Anda.

  6. Cobalah untuk bersuara lembut dan ramah saat berinteraksi via telepon dengan mereka. Seringlah menyapa dengan memanggil namanya setiap kali Anda meneleponya.

  7. Tersenyumlah setiap kali Anda berbicara dengan seseorang di telepon meskipun tidak terlihat namun akan berpengaruh pada nada suara Anda.

  8. Hindari menerima telepon dengan terburu-buru. Jika Anda merasa tidak mampu menghandle telepon yang masuk dengan baik. Biarkan mesin penjawab yang menjawabnya sampai Anda benar-benar siap menerima telepon.

  9. Memang tidak ada salahnya menelepon mereka hingga beberapa kali, untuk memfollowup suatu pekerjaan. Tapi jangan terlalu sering, karena bisa jadi Anda malah dianggap sebagai “pengganggu”.

Semoga bermanfaat.

Mengatasi jet-lag

Posted on September 23rd, 2009 in beLife by taufiq

Bepergian dengan pesawat memungkinkan Anda mencapai sudut-sudut dunia yang jauh hanya dalam beberapa jam. Tetapi melintasi wilayah dengan waktu berbeda dapat mengganggu pola makan dan tidur Anda, hingga timbulah jet lag. Jet lag adalah situasi atau kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, sakit kepala, dan insomnia yang terjadi secara bersamaan.

Perjalanan dari timur ke barat mempunyai risiko yang lebih besar dibandingkan perjalanan dari barat ke timur. Sementara perjalanan ke utara atau selatan tidak menyebabkan jet lag sebab Anda tidak melintasi waktu. Agar terbang menyenangkan, berikut tips mencegah jet lag :

Saat berangkat :

  • Tiga malam sebelum berangkat, ubahlah waktu tidur dan makan Anda. Jika Anda bepergian ke timur, tidurlah satu jam lebih awal untuk tiap daerah waktu yang akan dilewati dan berpuasalah sehari penuh pada hari pemberangkatan. Namun jika anda bepergian ke barat, tidurlah satu jam lebih larut untuk setiap daerah waktu yang akan dilewati dan berpuasalah sampai siang hari pada hari pemberangkatan.

  • Selama penerbangan, hindari mengkonsumsi obat tidur, alkohol dan kafein. Minumlah air putih atau jus sebanyak-banyaknya untuk menghindari dehidrasi, karena udara dalam pesawat sangat kering.

Saat tiba di tujuan :

  • Jika Anda tiba di tempat tujuan siang hari, rencanakan untuk menghabiskan waktu di luar ruangan. Cobalah untuk menghabiskan sebanyak mungkin waktu Anda di luar rumah sebanyak daerah waktu yang dilewati.

  • Pilih makanan yang berprotein tinggi sebagai menu makan siang. Sementara untuk makan malam Anda bisa memilih makanan yang berkarbohidrat.

  • Usahakan untuk tidak tidur hingga larut malam.

Semoga bermanfaat.

Packing sebelum pelesir

Posted on September 23rd, 2009 in beLife by taufiq

Ada rencana pelesir dalam liburan kali ini ?. Ke mana pun tujuan Anda dan apapun aktivitas yang akan dilakukan saat liburan, sebelum berangkat mungkin perlu Anda baca tips berikut ini :

  1. Gunakanlah tas sekecil mungkin untuk membawa barang-barang yang Anda butuhkan selama perjalanan Anda. Namun bila Anda berencana melakukan perjalanan ke banyak tempat dan melakukan banyak aktivitas, pilihlah tas yang berukuran lebih besar seperti koper.

  2. Masukkan semua pakaian yang akan Anda bawa ke dalam sebuah kantong plastik kecil. Untuk menghemat ruang yang ada, sebaiknya Anda menyusun pakaian dengan cara menggulungnya, bukan melipatnya. Untuk sepatu susunlah secara berhadap-hadapan dan simpan dalam kantong plastik yang berbeda untuk masing-masing jenis sepatu.

  3. Pisahkan barang-barang seperti topi, kaos kaki atau sweater dalam tas yang berbeda, agar Anda tidak perlu membongkar tas jika Anda membutuhkannya sewaktu-waktu dalam perjalanan. Untuk barang-barang mewah, sebaiknya jangan disatukan di dalam koper. Simpanlah dalam tas tangan atau tas pinggang Anda.

  4. Tempatkan kantong plastik yang berisi pakaian pada bagian bawah tas atau koper Anda. Jangan lupa juga membawa kantong plastik lebih untuk menyimpan pakaian kotor.

  5. Bawalah persediaan obat-obatan, kotak P3K, serta perlengkapan mandi, kemudian simpanlah dalam tas atau ruang khusus, yang mudah dijangkau ketika diperlukan. Pisahkan barang-barang cair yang berpotensi bocor dalam sebuah kantong plastik tertutup.

  6. Supaya perjalanan terasa lebih menyenangkan, bawalah buku, novel, alat elektronik, atau perlengkapan lain yang mungkin Anda butuhkan. Jangan lupa pula membawa kamera dan catatan kecil untuk mendokumentasikan seluruh rangkaian perjalanan Anda. Siapa tahu pengalaman berlibur tersebut bisa Anda tuliskan di media online ataupun media cetak.

Semoga bermanfaat.

Bekerjasama dalam Team Work

Posted on March 3rd, 2009 in beLife by taufiq

Menjalani suatu track kehidupan pekerjaan, tak kan mudah kita bisa berpaling dari suasana yang menuntut keharusan bekerja sama, atau bisa dikata, lebih dari sekedar bekerja bersama-sama atau bahkan dikatakan bersama-sama bekerja dengan teman kerja (team work).

Ada saat kita berposisi sebagai staf, namun lambat atau cepat, bisa juga beralih posisi sebagai manajer. Bagaimanakah mengelola suatu komunitas atau team work ?, berikut ada tips yang mungkin bisa sedikit membantu agar tercapai harmoni dan soliditas antar sesama anggota tim.

  1. Mengenal setiap personil tim. Sebisa mungkin dapatkan informasi tentang teman-teman sekerja, selain namanya. Misalnya, sudah berapa lama ia bekerja, nomor teleponnya.  Pastikan Anda tahu bagaimana menyebutkan namanya dengan benar.
  2. Temukan kesamaan. Untuk memperlancar komunikasi carilah kesamaan antara Anda dan rekan sekerja. Misalnya; hobi, makanan favorit, tempat berakhir pekan favorit atau program tv favorit.
  3. Hargai kesempatan orang lain bicara. Meskipun menurut Anda pendapat mereka tidak selalu “berisi”, namun memotong kalimat seseorang saat ia sedang bicara adalah hal yang tidak tepat. Apalagi jika Anda memotong ucapannya dengan nada suara lebih tinggi atau dengan suara lebih keras. Cara ini tidak simpatik.
  4. Bersikap ramah. Biarpun Anda sedang berbasa-basi menanggapi sebuah pendapat, cobalah untuk  berbicara dengan nada ramah. Jika Anda terpaksa harus menanggapi sebuah ide yang Anda anggap kurang masuk akal, lihat dulu sisi baiknya dan utarakan. Setelah itu baru Anda tambahkan keberatan Anda mengenai ide tersebut dan kelemahannya apabila dieksekusi nanti.
  5. Tuliskan dan dokumentasikan. Jangan pernah melanggar peraturan yang satu ini. Jika Anda dipilih sebagai penanggung jawab sebuah proyek, biasakan untuk selalu menuliskan tanggung jawab setiap anggota tim dan distribusikan. Atur jadwal meeting lewat e-mail dan distribusikan pada anggota tim. Jika ada masukan sebelum meeting dari salah satu anggota tim, tuliskan dan distribusikan kembali via e-mail agar semua anggota ter-update secara baik.
  6. Terbuka dan jujur. Bicarakan dengan anggota tim yang lain jika Anda menghadapi masalah dalam pengerjaan proyek ini. Bersikap jujur juga merupakan modal bekerja dalam tim. Dengan menggalang kebiasaan ini, Anda  akan merasa nyaman ketika berkomunikasi, baik dalam keadaan normal maupun ketika sedang ada masalah.
  7. Kendalikan emosi. Tekanan pekerjaan yang tinggi akan mudah memicu timbulnya  stres atau rasa lelah sehingga masalahpun akan mudah muncul.  Sebaiknya beristirahatlah sejenak bila Anda sudah merasa lelah untuk mengosongkan pikiran sementara.  Ingat, pandai mengatur emosi adalah salah satu kunci suksesnya bekerja dalam tim.
  8. Selalu tawarkan solusi. Saat menemukan masalah dalam mengolah ide, ajak tim Anda untuk berpikir bersama. Gunakan pilihan kalimat pertanyaan yang mengajak tim untuk mengkaji ulang setiap ide dengan pertimbangan berlapis dan meminimalkan sisi negatifnya.

Masih punya Empati-kah kita ?

Posted on December 24th, 2008 in beLife by taufiq

Suatu hari saya diajak rekan kerja untuk up-dating data ke sebuah unit kerja di salah satu ruang gedung kantor pusat suatu perguruan tinggi. Dari luar halaman, gedung itu tampak megah dan patut menjadi kebanggaan institusinya. Tak jarang tampilannya mejeng di cover dan berita di berbagai media, baik cetak maupun media elektronik.

Saya membayangkan betapa akan menyaksikan sesuatu yang tertata rapi di dalam gedung itu. Kesan megah, rapi dan modern, terlihat begitu setelah saya berada di dalamnya. Akhirnya sampailah pada kantor yang dituju, begitu membuka pintu ruang itu, seketika nafas saya seperti tertahan. Masya Alloh!, bau asap rokok menyengat ke luar dari dalam ruang. Dalam waktu singkat, bau itu menyerang hidung saya. Semakin saya ke dalam terasa semakin pekat asap itu, seolah kabut asap rokok telah memenuhi ruang itu. Sungguh memprihatinkan, kemegahan peradaban gedung tidak diimbangi oleh peradaban etika beberapa orang di dalamnya.

Sejenak kuperhatikan sekeliling, tak ada celah atau jendela yang terbuka ke udara bebas di luar. Sedari awal memang kantor itu didesain untuk dipasangi pendingin ruangan (AC) secara terpusat. Saya berkata dalam hati, koq masih ada ya orang yang melakukan ini ?, koq bisa gitu loh, merokok di dalam ruang yang di dalamnya ada orang lain yang tidak merokok ?, dan padahal dia juga tahu, jelas-jelas di situ adalah ruang ber-AC yang tentu saja semua jendela dan pintunya harus tertutup.

Setelah menunggu dan mengobrol dengan stafnya, barulah kuketahui bahwa si perokok adalah salah seorang pimpinan di ruang itu. Sebetulnya kebanyakan staf mengerti bahwa merokok di dalam ruangan merupakan larangan di kantor-kantor manapun. Tetapi karena si pimpinan yang memulai merokok di dalam kantor, maka perilaku itupun menular dan diikuti oleh beberapa orang stafnya.

Pengap dan sesak sekali nafasku, ingin rasanya segera pergi ke luar dari ruang itu. Tak lama akhirnya dapat kusaksikan sendiri. …

Ayo Menjadi Kreatif

Posted on October 22nd, 2008 in beLife by taufiq

Kita semua tahu bahwa Tuhan telah menciptakan masing-masing individu dengan segudang potensi dan kemampuan untuk menciptakan ’sesuatu’. Kemudian tinggal diri kita sendiri yang harus mengasah kreativitas dan membentuknya.

Nah, kalau saat ini Anda merasa kreatifitas itu belum juga nampak, semoga tips berikut ini bisa membantu :

  • Anda tak perlu menjadi orang yang sangat unik, apa lagi jenius untuk menjadi kreatif. Sebab, kreativitas dapat diekspresikan dalam berbagai pekerjaan dan aspek kehidupan. Artinya, Anda bisa menciptakan hal-hal baru atau alternatif baru dalam lingkungan pekerjaan sebagai cara untuk memecahkan masalah-masalah seputar pekerjaan.

  • Anda bebas menggunakan imajinasi. Sesungguhnya imajinasi seseorang tidak bisa dibatasi oleh apapun. Imajinasi bisa membantu Anda untuk mengeksplorasi alam pikir.

  • Cobalah untuk menjadi kanak-kanak kembali. Biarkan intuisi dan perkiraan Anda membimbing Anda. Beri pendekatakan kekanakan, sedikit kebebasan dan buka pikiran. Cara ini bisa membantu otak Anda berpikir bebas karena kerap sekali pikiran dewasa dewasa menghalangi karena adanya faktor ketidakmungkinan. Katakan jangan banyak omong pada orang dewasa dalam diri Anda.

  • Biarkan diri Anda melakukan kesalahan. Dengan kesalahan, …

Cinta Pekerjaan

Posted on October 7th, 2008 in beLife by taufiq

Pasti Anda pernah berpikir, bahwa dengan pindah pekerjaan, kehidupan karir Anda bakal menjadi lebih baik. Tak hanya gaji yang lebih besar tapi juga fasilitas yang diberikan oleh perusahan tersebut pasti telah menjadi pertimbangan Anda. Tapi, bisakah pekerjaan baru tersebut membuat Anda lebih nyaman bekerja dan bahagia ?. Sebelum memutuskan pindah kerja. Sebaiknya ketahui lebih dulu apakah Anda mencintai pekerjaan Anda sekarang, atau memang Anda harus pindah karena merasa tak nyaman. Sebab, dengan mencintai pekerjaan maka dimanapun Anda bekerja, pasti Anda akan merasa bahagia.

  • Percayalah, sebuah pekerjaan akan menghasilkan sesuatu yang baik apabila Anda lakukan dengan tulus dan penuh semangat. Sikap kerja, kualitas kerja dan bagaimana Anda berinteraksi dengan rekan kerja adalah hal penting yang dapat mempengaruhi performa kerja Anda. Dari pada repot memilih-milih pekerjaan, lebih baik Anda mulai mencintai pekerjaan Anda sekarang.
  • Jika Anda terus berpikir untuk mencari gaji yang lebih tinggi, maka Anda tidak akan merasa pernah cukup. Cobalah untuk fokus pada apa yang bisa Anda maksimalkan dalam bekerja. Gaji akan meningkat seiring dengan peningkatan kinerja Anda.Your boss doesn’t sleep though…
  • Tanyakan pada diri Anda. Apakah  Anda memberi kontribusi penting pada divisi Anda? Apakah yang Anda lakukan memberi dampak positif terhadap jalannya berbagai proyek dalam divisi Anda? Jika Ya, tak usah ragu untuk terus berkarir di sini karena Anda sudah menjadikan diri Anda menapaki keberhasilan yang (tentu saja) dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda.
  • Bagaimana jika Anda belum juga bisa menemukan apa yang Anda sukai dari pekerjaan Anda? Maka cobalah untuk mengevaluasi apa yang sudah Anda kerjakan selama ini, dan apakah memang Anda tidak ingin meneruskan pekerjaan Anda saat ini ?. Kadang bisa jadi Anda hanya dilanda rasa bosan sementara karena sudah waktunya Anda mengambil cuti misalnya. Belum tentu Anda benar-benar memerlukan pekerjaan baru, melainkan Anda hanya memerlukan sudut pandang baru dalam melihat pekerjaan Anda. Seperti : Apakah Anda tidak menyukai pekerjaannya atau tidak menyukai cara Anda menjalani pekerjaan selama ini ?. Apakah tanggung jawab ‘tambahan’ yang diberikan atasan menyebabkan pekerjaan utama Anda jadi terbengkalai ?. Atau karena  Anda susah berkata “Tidak”?. Jika semuanya sudah Anda jawab dengan jujur dan hasil akhirnya menunjukkan bahwa Anda sudah tidak menemukan kecocokan lagi dengan pekerjaan sekarang, keputusan pindah kerja mungkin adalah satu altermatif pilihan yang bisa dicoba. Keputusan ada di tangan Anda.

Semoga Bermanfaat.

Mengundurkan Diri dari Pekerjaan

Posted on October 7th, 2008 in beLife by taufiq

Setelah melalui pertimbangan matang, Anda memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat Anda bekerja selama ini. Namun, resign bukan berarti Anda bebas dan bisa bersikap seenaknya. Sebab masih banyak yang harus Anda selesaikan.  Ibaratnya, jika dulu Anda masuk kerja dengan baik-baik, maka saat akan keluar pun juga harus dengan cara baik-baik.

Apapun alasannya, pastikan Anda tetap meninggalkan kesan baik pada atasan juga rekan kerja.  Bagaimana caranya?

  • Sebelum Anda memberitahukan rekan kerja Anda. Usahakan agar atasan Anda tahu lebih dulu berita pengunduran diri Anda. Informasikan pemberitahuan pengunduran diri Anda 2 minggu atau 1 bulan sebelumnya (tergantung kebijakan kantor Anda).

  • Tetap low profile. Jika Anda mendapatkan penawaran yang lebih baik, tidak perlu Anda harus menceritakannya ke semua orang.

  • Meski alasan Anda keluar karena orang-orang di kantor, tetap perlihatkan bahwa Anda memang menyesal harus meninggalkan mereka.

  • Tetap mengerjakan tanggung jawab Anda. Ingat Anda tetap harus menyelesaikan tanggung jawab sampai hari kerja terakhir Anda.

  • Lihat apa yang sudah Anda capai di catatan pegawai. Apakah itu uang lembur yang belum dibayarkan atau cuti yang belum sempat terpakai. Anda berhak untuk memintanya.

  • Mengatur file-file, sebab serah terima pekerjaan pasti terjadi, entah kepada rekan Anda atau orang yang menggantikan Anda. Usahakan untuk menyimpan semua file atau materi pekerjaan Anda dengan rapi. Sehingga mereka bisa meneruskan pekerjaan Anda tanpa harus menghubungi Anda di kantor yang baru.

  • Jika sudah ada orang yang menggantikan Anda, sebaiknya training dia dulu dengan baik.

  • Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan milik Anda. Termasuk di dalamnya adalah: Alat tulis kantor, atau data-data penting lainnya.

  • Menjalin hubungan baik dengan kantor lama sangat disarankan. Siapa tahu kelak Anda akan membutuhkan bantuan dari teman-teman di kantor lama. Atau mungkin pekerjaan di kantor baru ternyata tidak seperti yang Anda harapkan sehingga Anda ingin kembali ke kantor lama.

  • Jika rekan kerja meminta Anda untuk mengadakan farewell party, mengapa tidak? Artinya mereka menyukai Anda dan menyayangkan kepergian Anda.

Semoga bermanfaat.

Etika Bertelepon

Posted on October 7th, 2008 in beLife by taufiq

Saat ini hampir semua orang memiliki telepon selular. Berbagai kepentingan membuat posisi telepon selular menduduki posisi penting di kehidupan seseorang. Bahkan tak jarang banyak orang yang merasa tidak berdaya tanpa telepon selularnya. Namun di balik kepentingan tersebut, sering orang tidak memahami bahwa pemakaian telepon selular tidak bisa seenaknya.

Berikut beberapa tips yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan telepon selular :

  • Hindari polusi suara. Jika Anda tidak akan berada jauh dari telepon selular Anda, sebaiknya kecilkan suara telepon Anda atau pilih menu ‘getar’ agar Anda tidak membuat suasana menjadi bising dan menggangu orang lain.
  • Patuhi peraturan. Jika Anda bepergian dan melihat tanda yang meminta Anda mematikan telepon selular, taatilah. Aturan tersebut diberlakukan karena memang ada alasannya seperti ketika Anda di pesawat, sekolah dan rumah ibadah.
  • Ambil jarak privasi. Saat Anda sedang di kantor atau sedang bersama teman-teman, dan Anda menunggu telepon penting, pilih menu silent mode atau bunyi getar pada telepon selular Anda. Kemudian menyingkir dari keramaian untuk menerima panggilan telepon tersebut.
  • Beri jarak privasi. Sebaliknya jika ada seseorang di dekat Anda menerima panggilan telepon, beri jarak beberapa meter untuk memberikan mereka privasi. (Jika mereka tidak beranjak pergi).
  • Informasikan situasi Anda. Informasikan kepada mereka yang menghubungi Anda jika Anda sedang berada di luar ruangan atau di tempat ramai dan Anda tidak bisa mendengar suara si penelpon dengan baik.
  • Timing tepat. Pahami kapan saat yang tepat untuk menghubungi seseorang melalui telepon selularnya. Memiliki nomor selular seseorang bukan berarti Anda bebas menghubunginya 24 jam.

Semoga Bermanfaat.

Next Page »