KRI Dewaruci Sang Legenda

Posted on June 14th, 2013 in Resensi Buku by taufiq

DewaruciSebuah bukti capaian reputasi kemaritiman sebagai penyandang gelar Pelaut Ulung yang sudah melekat secara turun-temurun pada diri bangsa Indonesia dan sekaligus fakta keberhasilan sosok sang pengemban amanah misi muhibah edukasi, promosi pariwisata serta perdamaian dunia.

‘Jalesveva Jayamahe, Di Laut Kita Jaya’, telah benar-benar nyata diwujudkan oleh sang legendaris KRI Dewaruci. Dalam 2 kali pelayaran dunia (tahun 1964 dan tahun 2012) kapal layar yang dihiasi ornamen budaya nusantara ini telah sukses melewati semua tantangannya dengan ukiran prestasi spektakuler, mulai dari kesuksesan berakselerasi arung ganas di 7 (tujuh) samudera, menjelajah kemegahan 5 (lima) benua, berlabuh melempar sauh sejauh 12 (dua belas) negara, bersandar berjajar di 25 (dua puluh lima) pelabuhan dalam maupun luar negeri, serta telah berhasil membawa pulang berbagai piagam penghargaan, serta memboyong bermacam piala kejuaraan pada event lomba kapal layar tingkat internasional.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas keberadaan, keberhasilan dan pengabdian sang kapal layar latih milik Indonesia dengan type Barquentine buatan Jerman tahun 1953 itu tidaklah berlebihan bila diabadikan dalam sebuah buku yang diberi judul “KRI Dewaruci : Sang Legenda”.

Buku terbitan Dinas Penerangan Angkatan Laut – TNI AL tahun 2012 ini berkisah habis tentang sosok kapal layar tradisional dengan 3 (tiga) tiang tinggi, ciri khas kapal layar abad 19 yang diberi nama Dewaruci. Buku berkisah mulai sejarah pembuatan desain konstruksi kapal di galangan Stulcken Jerman, kemudian diuji dengan hantaman gelombang dan berbagai uji kelayakan berlayar. Setelah melalui semua proses ujian manuver ketangguhan fisik, kapal diberangkatkan ke tanah air untuk bergabung ke dalam jajaran armada Angkatan Laut Republik Indonesia yang tercatat secara resmi diterima pada tanggal 2 Oktober 1953.

Selain itu diungkapkan pula tentang spesifikasi kapal, nama perlengkapan bagian-bagian kapal, kiprah putra-putra terbaik awak KRI Dewaruci selama 277 hari menghadapi alam laut, tradisi Vooor de Boek, ritual Mandi Katulistiwa, tradisi Parade Roll, tradisi Naik Tiga Tiang, rute pelayaran Kartika Jala Krida, hingga berita serta dokumentasi prestasi dan penghargaan yang telah didapatkannya.

Buku Hardcover berdurasi 161 halaman, berukuran 30 cm x 21,5 cm x 2 cm sangat menarik untuk dibaca karena dihiasi banyak foto warna berkualitas resolusi tinggi pada hampir setiap halaman buku. Lebih istimewa lagi pada beberapa halaman juga dipajang foto berukuran sampai dua halaman penuh (full size), mengesankan benar wujud sebuah buku yang tak jauh beda dengan sebuah album dokumentasi cetak berdesain elegan berbahan kertas tebal. Sebuah buku yang bernilai sangat tinggi oleh karena sarat materi maupun nilai komersialnya.

KRI Dewaruci bukanlah sekadar sosok kapal TNI Angkatan Laut, namun dia adalah duta bangsa Indonesia yang selalu membawa nama harum bangsa dan negara. Keberhasilan putra-putra terbaik bangsa sudah selayaknya mendapat apresiasi dan penghargaan sepadan dengan apa yang telah mereka perjuangkan.

Rekam jejak kapal latih legendaris KRI Dewaruci ini dimaksudkan oleh tim penulis selain sebagai monumental kapal layar kebanggaan bangsa Indonesia, juga memiliki makna strategis antara lain adalah sebagai pewarisan nilai tentang arti pengorbanan, nasionalisme, keteguhan, keberanian, sumber inspirasi bahari, keteladanan upaya diplomasi perdamaian dunia, serta keteladanan pengabdian kepada bangsa dan negara walaupun nyawa menjadi taruhannya. (fiq)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.