Hikmah Musibah

Posted on October 6th, 2009 in Ma' News by taufiq

roboh.jpg

Terjadi lagi, musibah lagi. Gempa bumi mengguncang wilayah Sumatera Barat hingga meluluh lantakkan wilayah kota Padang, Pariaman dan daerah sekitarnya.

Berdasar informasi dari Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika, bahwa gempa berkekuatan 7,6 Scala Richter itu terjadi pada pukul 17.16 WIB., pada hari Rabu, tanggal 30 September 2009. Pusat gempa terjadi di lokasi 0.84 Lintang Selatan dan 99.65 Bujur Timur, tepatnya berada di arah 57 kilometer barat daya Pariaman, Sumatera Barat.

Sementara itu, data terakhir berdasarkan laporan Departeman Kesehatan (5/10) terkait korban gempa di Padang adalah korban tewas 607 orang, luka-luka 3.435 orang dan diperkirakan ribuan orang masih tertimbun di Padang. Sementara di Pariaman, masih ada lebih kurang 618 warga di 3 kampung desa Tandikat yang tertimbun longsoran akibat bukit memanjang yang terbelah hingga puluhan kilometer.

Mengapa kejadiannya koq pada pukul 17.16 ?.

Tentu ada hikmah di balik semua musibah di negeri kita ini, bahwa ’kiamat kecil’ ini adalah peringatan dari Alloh swt., Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala-galanya, jadi bukan peristiwa alam semata.

Kalau kita cermati ke dalam Al Qur’an, seperti ada korelasi di dalamnya, bahwa pukul 17.16 itu diartikan surat ke 17 dari total 114 surat dalam Al Qur’an, yaitu Surat Al Isro’ ayat ke 16 yang berarti sebagai berikut :

rusak.jpg

“Dan jika Kami (Alloh) hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Alloh), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al Isro : 16)

Selain itu, gempa susulan di Padang juga terjadi pada pukul 17.58 WIB. Jika dikaitkan dengan kitab suci Al Qur’an, dalam surat 17 (Al Isro’) ayat 58 pun dituliskan :

“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfudz)”.

Hanya pertanyaan yang ada di benak kita sekarang. Masihkah kita ragu atas kebenaran firman-firman Alloh ?, dan masihkah kita akan terus menerus bertingkah laku buruk dan merusak di bumi ini ?

Semoga semua ini menjadi bahan renungan bagi kita agar mau ingat dan kembali taat atas semua perintah Alloh subhanahu wa ta’ala.

Post a comment

You must be logged in to post a comment.