Laptop Dalam Meeting

Posted on May 6th, 2008 in KompuTips by taufiq

Bloggers Unair, lagi-lagi ada berita tentang sisi keburukan laptop yang tidak digunakan secara efektif. Sebenarnya menggunakan laptop di saat meeting berlangsung adalah suatu hal wajar terjadi untuk saat ini.

Namun sejauh mana peserta meeting yang juga user laptop tersebut memanfaatkan benda elektronik tersebut di saat meeting, berikut pengalaman dan contoh kasusnya :

  • Meeting dengan seluruh atau sebagian besar peserta membawa laptop, akan berdampak pada semakin minimnya komunikasi non-verbal antar peserta rapat. Bahasa non-verbal, adalah komponen tak terpisahkan dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan sesama manusia, bahkan antar mahluk hidup. Anggukan kepala, picingan mata, gerak bibir, posisi duduk, letak tangan, adalah hal yang paling penting untuk mengukur tingkat perhatian (ketertarikan) peserta meeting, pemahaman dan lainnya. Meeting pun akan menjadi berlarut-larut.
  • Saat pihak lain sedang melakukan presentasi gagasan atau laporannya, maka kecenderungan peserta meeting lainnya yang membawa laptop akan lebih sibuk mengutak-atik materi presentasi masing-masing. Ini adalah akibat dari ketidaksiapan untuk menghadiri meeting, atau minimnya waktu yang tersedia untuk melakukan persiapan tersebut. Menyiapkan ataupun merapikan materi presentasi saat meeting tengah berlangsung, adalah salah satu bentuk kerja yang kontra-produktif.
  • Peserta meeting dengan membawa laptop cenderung akan lebih berinteraksi dengan laptopnya, ketimbang dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya untuk mengusir kebosanan saat meeting, maka mereka akan bermain game, hingga chatting, browsing ataupun blogging apabila ada akses Internet. Walhasil, pihak yang sedang presentasi tidak akan mendapatkan respon yang interaktif. Feedback dari peserta meeting pun menjadi minim, yang akhirnya berdampak pada tidak matangnya output yang dihasilkan.
  • Juga dengan adanya akses Internet, maka peserta meeting yang membawa laptop akan cenderung membentuk kelompok kecil eksklusif secara online, yang anggotanya adalah sebagian dari peserta meeting tersebut. Kelompok kecil ini akan membuat diskusi terpisah, melalui fitur messenger, dengan konten diskusi yang bisa jadi tidak konstruktif. Bentuknya pun beragam, bisa sekedar saling melempar joke, sampai membicarakan (dalam konteks negatif) pihak yang sedang melakukan presentasi, materinya ataupun peserta meeting yang lain.
  • Meeting seharusnya adalah sebuah bentuk koordinasi ataupun integrasi antar unit/divisi, atau bisa juga sebagai akselerasi ataupun sinkronisasi. Tetapi yang terjadi, ketika peserta meeting membawa laptop, maka dia bisa tergoda untuk melakukan pekerjaan pararel, misalnya diselingi dengan mengerjakan pekerjaan lain yang tertunda karena harus menghadiri meeting. Aktifitas pararel, bukan berarti dapat berpikir ataupun menganalisis sesuatu secara paralel. Karena otak sejatinya akan berpikir dengan berlompat-lompat, “pause” di satu hal, dan “play” di hal lain. Sehingga buah pikir yang dihasilkan cenderung menjadi tidak optimal lantaran tidak fokus pada proses meeting.

Dari beberapa item contoh kasus diatas tentu saja masih memerlukan penelitian dan pencermatan lebih lanjut, tentang mengapa peserta meeting cenderung tak fokus membahas materi meeting tapi ke laptop ?, mengapa justru berdiskusi hal lain melalui messenger dengan peserta lainnya ?.

Itu semua berkait dengan komitmen dan cara membawa alur meeting tersebut oleh masing-masing peserta meeting supaya bisa membuat lebih hidup (semua fokus ke meeting) meski ada peralatan laptop. So, jadikanlah laptop sebagai sarana penunjang, bukan untuk hal lainnya. Laptop hanya sengaja dibawa bila memang sangat diperlukan saat meeting, tetapi kalau laptop ”terbawa” saat meeting, ya itu tadi … justru akan membuat konsentrasi tak fokus ke meeting.

bacaan : detikinet

Post a comment

You must be logged in to post a comment.