Mohon maaf lahir dan batin

Posted on August 4th, 2014 in IslaMy by taufiq

Super 11 Maret

Posted on March 11th, 2014 in Ma' News by taufiq

misterius.gif“Sang Duta Besar, kita harus menerangkan lagi, menerangkan bahwa berita-berita surat kabar-surat kabar nekolim itu tidak benar. President Soekarno has not been toppled, Presiden Soekarno tidak digulingkan. President Soekarno has not been ousted. Presiden Soekarno tidak ditendang keluar. President Soekarno is still president. Presiden Soekarno masih tetap presiden. Presiden Soekarno is still supreme commander of the armed forces. Presiden Soekarno masih tetap Panglima Tertinggi daripada Angkatan Bersenjata!”, itulah pernyataan Bung Karno yang beliau sampaikan sendiri pada sambutan Peringatan Idul Adha di Masjid Istiqlal 1 April 1966, 3 minggu setelah keluarnya Supersemar.

It (Supersemar) is not a transfer of authority kepada General Soeharto. Ini sekedar perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk menjamin jalannya pemerintahan, untuk ini, untuk itu, untuk itu. Perintah itu bisa juga saya berikan, misalnya, kepada Pak Mul. Muljadi Pangal (Panglima Angkatan Laut). Saya bisa juga perintahkan kepada Pak Sutjipto Judodihardjo, apalagi dia itu Pangak (Panglima Angkatan Kepolisian). Saya bisa saja: Hei, Saudara Tjip Pangak, saya perintahkan kepadamu untuk menjaga keamanan, kestabilan jalannya pemerintahan. Untuk keamanan pribadi Presiden/Pemimpin Besar Revolusi dan lain-lain sebagainya. I repeat again: it is not a transfer of authority. Sekedar satu perintah! Mengamankan!”, sambutan Presiden Soekarno saat memperingati 40.000 jiwa pahlawan Sulawesi Selatan di Istora pada 10 Desember 1966.

Sejarah kemudian mencatat bahwa Soeharto memanfaatkan Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) itu untuk sedikit demi sedikit mengambil alih kekuasaan Presiden Soekarno.

Bahkan Soeharto memantapkan tujuannya itu dengan cara merekayasa terselenggaranya Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (SU MPRS) pada Juli 1966. Menghasilkan dua Ketetapan (TAP) yang dibuat untuk “mendukung” Soeharto, yaitu TAP. No. IX/1966 dan TAP. No. XV/1966.

Dengan adanya ketetapan tersebut Supersemar seolah telah “digubah”, dari hanya “sekedar” perintah eksekutif, menjadi “ketetapan”, dan untuk selanjutnya hanya MPRS itu sendiri yang punya wewenang untuk mencabutnya. TAP yang pertama memberikan jaminan terhadap Letnan Jendral Soeharto untuk sewaktu-waktu bisa menjadi presiden “apabila Presiden berhalangan”. Namun, MPRS saat itu tidak memberikan penjelasan apapun tentang apa yang dimaksud dengan “berhalangan”.

Sejak adanya SU MPRS ini, muncul kesan terjadinya dualisme kepemimpinan. Padahal dualisme kepemimpinan ini adalah hasil rekayasa. Yang sebenarnya terjadi adalah adanya semacam perlawanan politik dari Soeharto kepada Soekarno. Apapun yang diucapkan Soekarno, selalu mendapat pertentangan dari militer yang sepenuhnya dikendalikan Soeharto, sedangkan para mahasiswa saat itu sedang gencar berdemonstrasi di seluruh pelosok tanah air.

Di satu pihak, Soeharto hampir sepenuhnya mengambil alih kekuasaan, di pihak lain Soekarno terus-menerus meneriakkan bahwa dirinya masih Presiden dan Panglima Tertinggi yang sah.

“Dualisme kepemimpinan nasional” yang semakin meruncing ini menimbulkan isu publik bahwa penyerahan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto merupakan jalan terbaik untuk mengakhiri krisis politik. Karena bargaining power-nya yang semakin melemah, Soekarno pun dibuat semakin tidak berdaya, dan dibuat tidak punya pilihan. Beberapa permintaannya juga ditolak, seperti jaminan keamanan, dan sebagainya.

supersem.gifTibalah saat yang ditunggu-tunggu oleh Soeharto, tanggal 20 Februari 1967 pukul 5 sore, Presiden Soekarno di Istana Merdeka menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan. Soeharto datang ke Istana didampingi beberapa petinggi militer. Namun, pengumumannya ditunda hingga menunggu “saat yang tepat”.

Para ahli sejarah mengungkapkan, bahwa peristiwa 20 Februari 1967 inilah yang dikategorikan sebagai “Kudeta” oleh Soeharto terhadap Presiden Soekarno.

Dengan Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan tersebut, Soekarno telah kehilangan semua kekuasaannya. Sebaliknya, Soeharto secara de facto telah menjadi kepala pemerintahan Indonesia, Presiden Republik Indonesia.

Sebuah bukti bahwa politik itu kejam, tak memandang orang yang pernah berjasa bagi negeri sendiri pun dijatuhkan dan dicampakkan. (fiq)

Hari Perempuan Sedunia

Posted on March 7th, 2014 in Ma' News by taufiq

womens day menangis

8 Maret: Happy International Women’s Day

Hari Perempuan Sedunia, diperingati setiap tanggal 8 Maret. Ini adalah sebuah hari besar yang dirayakan di seluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial. Perayaan ini juga memperingati peristiwa tragis dalam tragedi kebakaran di Pabrik Triangle Shirtwaist, New York pada tahun 1911 yang mengakibatkan 140 orang perempuan tewas.

Selain itu, gagasan untuk memperingati hari Perempuan Sedunia sesungguhnya telah berkembang sejak seabad yang lalu di saat dunia industri sedang dalam masa pergolakan, laju pertumbuhan penduduk meningkat, dan bermunculan berbagai paham radikal.

Beberapa peristiwa penting yang mengiringi lahirnya Hari Perempuan Sedunia adalah sebagai berikut:

  • Periode Tahun 1909:

Dalam rangkaian pendirian Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan Nasional pertama kali diperingati pada tanggal 28 Februari di Amerika Serikat. Hari tersebut kemudian terus diperingati kaum perempuan pada setiap hari minggu terakhir bulan Februari sampai tahun 1913.

  • Periode Tahun 1910:

Pertemuan kelompok sosialis internasional di Copenhagen, Denmark, memutuskan untuk memiliki Hari Perempuan Internasional sebagai penghormatan atas hak-hak asasi perempuan dan mendorong diperolehnya hak suara bagi semua perempuan di dunia. Keputusan ini diterima secara bulat oleh semua peserta yang diikuti oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, termasuk tiga perempuan pertama yang dipilih sebagai anggota parlemen Finlandia. Pada saat itu, mereka belum memutuskan pada tanggal berapa peringatan hari tersebut akan diadakan.

  • Periode Tahun 1911:

Sebagai tindak lanjut dari keputusan yang telah diambil setahun yang lalu, Hari Perempuan Seduani untuk pertamakalinya diperingati (pada tanggal 19 Maret) di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss, dimana lebih dari sejuta perempuan dan laki-laki bersama-sama turun kejalan. Selain hak untuk ikut serta dalam pemilu dan posisi di dalam pemerintahan , mereka menuntut hak bekerja, kesempatan memperoleh pelatihan, dan penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan.

Kurang dari seminggu sejak peringatan tersebut, pada tanggal 25 Maret terjadi insiden tragis di New York yang menewaskan lebih dari 140 buruh perempuan yang kebanyakan adalah imigran asal Italia dan Yahudi. Kejadian ini sangat mempengaruhi peraturan perburuhan di Amerika Serikat dan kondisi kerja yang menyebabkan insiden ini terjadi kemudian dikecam habis-habisan selama peringatan Hari Perempuan Internasional tahun berikutnya.

  • Periode Tahun 1913-1914:

Sebagai bagian dari upaya perdamaian yang berkembang selama berlangsungnya Perang Dunia I, perempuan Rusia memperingati Hari Perempuan Internasional untuk pertama kalinya pada hari Minggu terakhir bulan Februari 1913. Di belahan Eropa lainnya, sekitar tanggal 8 Maret di tahun berikutnya, perempuan berunjuk rasa untuk memprotes perang dan sebagai ungkapan solidaritas kepada kaum perempuan di manapun.

  • Periode Tahun 1917:

Karena dua juta tentara Rusia terbunuh dalam perang, perempuan Rusia kembali turun ke jalan pada hari minggu terakhir di bulan Februari menyerukan “Roti dan Perdamaian”. Para pemimpin politik menentang unjuk rasa tersebut, tetapi para perempuan ini tetap bertahan. Dan sejarah mencatat bahwa empat hari kemudian, Czar (raja) turun tahta dan pemerintahan sementara mengakui hak perempuan untuk ikut serta dalam pemilu.

Hari bersejarah itu adalah tanggal 23 Februari pada Kalender Julian di Rusia atau bertepatan dengan tanggal 8 Maret pada Kalender Gregorian (Kalender Masehi).

Pada tahun 1910-1920an Hari Perempuan Internasional juga dirayakan di negara Barat, namun setelah itu tak terdengar gaungnya. Perayaan ini kembali bangkit saat tumbuhnya feminisme di tahun 1960. Selanjutnya pada tahun 1975, PBB mengambil inisiatif memelopori kembali peringatan Hari Perempuan Internasional setiap tanggal 8 Maret. Sejak saat itu Hari Perempuan Sedunia diperingati oleh perempuan di seluruh dunia.

“Selamat Hari Perempuan, Duhai Wanita Sedunia”. (fiq)

Soetan Sjahrir

Posted on March 5th, 2014 in Tokoh by taufiq

* * *  Mengenang tokoh nasional Soetan Sjahrir atau Sutan Sjahrir,

  •   Lahir tanggal 5 Maret 1909, di Padang Panjang, Sumatera Barat.
  •   Wafat di Swiss, tanggal 9 April 1966.
  •   Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Und setz ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein atau “Hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan pernah dimenangkan”, kutipan sepenggal sajak dari penyair Jerman, Friedrich Schiller. Sepenggal kalimat itu selalu melekat dalam ingatan dan kehidupan Sutan Sjahrir.

sjahrir.gifSutan Sjahrir seorang Real-politiker dari Indonesia. Sjahrir melihat bahwa politik seringkali digunakan sebagai sikap mempertaruhkan hidup dan hanya untuk memenangkan hidup, ibarat seorang politikus romantis yang tidak memahami cara kerja mesin kekuasaan atau mechanics of power dalam politik praktis.

Sikap itu tidak sesuai dengan kenyataan hidup Sjahrir. Di dasar hati Sjahrir justru lebih mendambakan kebebasan bagi setiap orang atau individu-individu yang dapat menggunakan akal pikirannya untuk bertanggungjawab terhadap cita-cita dan tindak-perbuatannya masing-masing.

Sjahrir tak pernah memandang politik sebagai tujuan, dan bahkan kemerdekaan nasional bukan menjadi tujuan akhir politiknya. Kemerdekaan nasional hanyalah langkah mewujudkan martabat manusia dan kesejahteraan bagi bangsanya, sedangkan politik hanyalah jalan mencapai kemerdekaan nasional.

Mengenang semua ini pada saat sekarang dan membicarakan kembali pengertian, apresiasi serta keyakinan politik semacam itu, mungkin akan timbul kesan bahwa betapa jauh ideal politik bagi Sjahrir dari praktek politik di Indonesia saat ini.

Terlalu bermimpi jika mendambakan kesejahteraan untuk semua orang tanpa terlalu banyak kemiskinan, dan juga kebahagiaan semua orang dalam kebebasan tanpa terlalu banyak kekangan dan hambatan. Kemandirian adalah lawan dari ketidak-matangan, kebebasan adalah lawan dari ketergantungan.

Kebebasan dalam pengertian Sjahrir bukan sekedar kebebasan politik, melainkan keleluasaan jiwa yang memandang dunia dengan gembira tanpa prasangka, yang tidak terhambat oleh kekangan dan kecurigaan-kecurigaan sempit.

Namun Sjahrir juga menyadari bahwa politik dengan muatan moral yang demikian berat, tak akan menang dalam waktu singkat. Politik Sjahrir kalah dan dikalahkan oleh kekuasaan politik.

Kini tertinggal pada kita adalah suatu etos politik, yang memberi keyakinan bahwa martabat manusia dengan jiwa klasiknya tak selalu dapat dimenangkan, tetapi sungguh tak akan pernah dapat dikalahkan untuk selamanya.

Sjahrir telah memenuhi janjinya, dia mempertaruhkan hidupnya dan dia sudah memenangkannya. (fiq)

 

Referensi :

  • Buku : “Sutan Sjahrir : Demokrat Sejati, Pejuang Kemanusiaan”, karya H. Rosihan Anwar, Penerbit : Kompas & KITLV, Jakarta 2010.
  • Google

KRI Dewaruci Sang Legenda

Posted on June 14th, 2013 in Resensi Buku by taufiq

DewaruciSebuah bukti capaian reputasi kemaritiman sebagai penyandang gelar Pelaut Ulung yang sudah melekat secara turun-temurun pada diri bangsa Indonesia dan sekaligus fakta keberhasilan sosok sang pengemban amanah misi muhibah edukasi, promosi pariwisata serta perdamaian dunia.

‘Jalesveva Jayamahe, Di Laut Kita Jaya’, telah benar-benar nyata diwujudkan oleh sang legendaris KRI Dewaruci. Dalam 2 kali pelayaran dunia (tahun 1964 dan tahun 2012) kapal layar yang dihiasi ornamen budaya nusantara ini telah sukses melewati semua tantangannya dengan ukiran prestasi spektakuler, mulai dari kesuksesan berakselerasi arung ganas di 7 (tujuh) samudera, menjelajah kemegahan 5 (lima) benua, berlabuh melempar sauh sejauh 12 (dua belas) negara, bersandar berjajar di 25 (dua puluh lima) pelabuhan dalam maupun luar negeri, serta telah berhasil membawa pulang berbagai piagam penghargaan, serta memboyong bermacam piala kejuaraan pada event lomba kapal layar tingkat internasional.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas keberadaan, keberhasilan dan pengabdian sang kapal layar latih milik Indonesia dengan type Barquentine buatan Jerman tahun 1953 itu tidaklah berlebihan bila diabadikan dalam sebuah buku yang diberi judul “KRI Dewaruci : Sang Legenda”.

Buku terbitan Dinas Penerangan Angkatan Laut – TNI AL tahun 2012 ini berkisah habis tentang sosok kapal layar tradisional dengan 3 (tiga) tiang tinggi, ciri khas kapal layar abad 19 yang diberi nama Dewaruci. Buku berkisah mulai sejarah pembuatan desain konstruksi kapal di galangan Stulcken Jerman, kemudian diuji dengan hantaman gelombang dan berbagai uji kelayakan berlayar. Setelah melalui semua proses ujian manuver ketangguhan fisik, kapal diberangkatkan ke tanah air untuk bergabung ke dalam jajaran armada Angkatan Laut Republik Indonesia yang tercatat secara resmi diterima pada tanggal 2 Oktober 1953.

Selain itu diungkapkan pula tentang spesifikasi kapal, nama perlengkapan bagian-bagian kapal, kiprah putra-putra terbaik awak KRI Dewaruci selama 277 hari menghadapi alam laut, tradisi Vooor de Boek, ritual Mandi Katulistiwa, tradisi Parade Roll, tradisi Naik Tiga Tiang, rute pelayaran Kartika Jala Krida, hingga berita serta dokumentasi prestasi dan penghargaan yang telah didapatkannya.

Buku Hardcover berdurasi 161 halaman, berukuran 30 cm x 21,5 cm x 2 cm sangat menarik untuk dibaca karena dihiasi banyak foto warna berkualitas resolusi tinggi pada hampir setiap halaman buku. Lebih istimewa lagi pada beberapa halaman juga dipajang foto berukuran sampai dua halaman penuh (full size), mengesankan benar wujud sebuah buku yang tak jauh beda dengan sebuah album dokumentasi cetak berdesain elegan berbahan kertas tebal. Sebuah buku yang bernilai sangat tinggi oleh karena sarat materi maupun nilai komersialnya.

KRI Dewaruci bukanlah sekadar sosok kapal TNI Angkatan Laut, namun dia adalah duta bangsa Indonesia yang selalu membawa nama harum bangsa dan negara. Keberhasilan putra-putra terbaik bangsa sudah selayaknya mendapat apresiasi dan penghargaan sepadan dengan apa yang telah mereka perjuangkan.

Rekam jejak kapal latih legendaris KRI Dewaruci ini dimaksudkan oleh tim penulis selain sebagai monumental kapal layar kebanggaan bangsa Indonesia, juga memiliki makna strategis antara lain adalah sebagai pewarisan nilai tentang arti pengorbanan, nasionalisme, keteguhan, keberanian, sumber inspirasi bahari, keteladanan upaya diplomasi perdamaian dunia, serta keteladanan pengabdian kepada bangsa dan negara walaupun nyawa menjadi taruhannya. (fiq)

Batavia Jakarta Banjir

Posted on January 20th, 2013 in Ma' News by taufiq

banjir-jkt2.jpg

Banjir, bila hadir pasti merepotkan, apalagi kalau genangannya cukup lama, debit air tinggi, dan berulang-ulang, tentu sangat melelahkan.

Hal inilah yang dialami warga Jakarta. Banjir telah bertahun-tahun menguras segala yang dipunyai masyarakat Batavia dan memusingkan pemerintah kota Jakarta sejak dari jaman kolonial Belanda hingga jamannya gubernur anyar Jokowi.

Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa banjir besar mulai dirasakan Batavia adalah pada tahun 1621, berikutnya terjadi juga di tahun 1654 dan 1876. Karena terlalu parahnya banjir saat itu, pemerintah kolonial Belanda bersama Herman Van Breen, seorang guru besar berkebangsaan Belanda, pada tahun 1922 membuat konsep penanggulangan banjir, dengan cara mengendalikan aliran air dari hulu sungai dan membatasi volume air yang masuk kota.

Maka dibangunlah kantung air di pinggir selatan kota yang difungsikan untuk menampung limpahan air untuk dialirkan ke laut melalui tepian barat kota. Kantung air yang dibangun itulah kini dikenal dengan Banjir Kanal Barat (BKB) yang memotong kota Jakarta dari Pintu Air Manggarai yang bermuara di kawasan Muara Angke.

Manggarai ditetapkan sebagai titik awal karena di wilayah ini merupakan batas selatan kota yang relatif aman dari gangguan banjir sehingga memudahkan sistem pengendalian aliran air di saat musim hujan.

Untuk mengatur debit aliran air ke dalam kota, banjir kanal ini dilengkapi beberapa pintu air. Dengan adanya BKB, beban sungai di utara BKB diharapkan relatif terkendali. Pada alur-alur tersebut, serta beberapa kanal yang dibangun kemudian, dimanfaatkan sebagai sistem makro drainase kota untuk mengatasi genangan air di dalam kota.

Namun masalah banjir belum juga usai. Januari 1932 Kota Jakarta kebanjiran lagi, kali ini menggenangi ratusan rumah di kawasan Jalan Sabang dan Thamrin.

Setelah pemerintahan beralih ke Republik Indonesia pun persoalan banjir  di Jakarta tak kunjung surut. Dalam masa kemerdekaan rentetan banjir besar terjadi lagi di Jakarta, antara lain pada tahun 1976, 1984, 1994, 1996, 1997, 1999, 2002, 2007, 2008, hingga 2013.

Melihat kecenderungan banjir di Jakarta yang semakin  sering dan  semakin menggenangi di banyak wilayah, memberikan indikasi bahwa penyebab banjir semakin beragam. Antara satu dan lain penyebab saling menambah masalah sehingga berpotensi terjadinya genangan dengan wilayah semakin luas dan durasi air menggenang yang semakin tidak sebentar.

Dari cerita sejauh ini, kita dapat mengetahui bahwa banjir di Jakarta telah terjadi berabad-abad yang lalu, di saat jaman kolonial Belanda, di saat jumlah penduduk Jakarta masih sedikit, di saat Jakarta masih belum ada gedung-gedung tinggi pencakar langit, serta di saat belum ada kemacetan yang selalu hadir membuat kusut wajah Metropolitan.

Perlu kerjasama dan kesadaran tinggi oleh semua pihak yang beraktifitas di lingkungan Kota Metropolitan agar upaya untuk  bisa menciptakan Jakarta terbebas dari kungkungan banjir bisa segera terwujud.

Selamat Datang di Ibukota Indonesia, Jakarta.

Bangkit (lagi) …

Posted on January 13th, 2013 in ReFresh by taufiq

Terima kasih kepada Personnal Blog Team DSI Unair (Wandono & Andry Y., cs.) atas support eksis kembalinya blog Muara Qolbu.

Thanks bro ;)

Ibuku

Posted on December 22nd, 2011 in IslaMy by taufiq

Yaa Alloh,
Anta Robbuna laa ilaaha illaa Anta,
angkat dan ringankanlah beban ibuku,
ampuni dan selamatkanlah beliau,

Yaa Alloh,
yaa Kariimu akrimnaa bittaqwaa,
bahagiakan dan muliakanlah sisa hidup ibuku,
jadikanlah akhir hayat beliau khusnul khotimah,

Yaa Alloh,
yaa Ghoniyyu aghninaa bihalaalika ‘an haroomika,
hanya Engkaulah yang Maha Kaya,
yang bisa membalas samudera kasih sayang ibu terhadapku,
dibanding setetes baktiku kepada beliau,

Yaa Alloh,
yaa Majidu aatinaa majdaka,
sekali lagi kumohon .. yaa Robb,
ampuni dan lindungilah ibuku dalam kemuliaanMu,

Allohummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayana shoghiro, walhamdulillahi robbil ‘alamin.

Hikmah Musibah

Posted on October 6th, 2009 in Ma' News by taufiq

roboh.jpg

Terjadi lagi, musibah lagi. Gempa bumi mengguncang wilayah Sumatera Barat hingga meluluh lantakkan wilayah kota Padang, Pariaman dan daerah sekitarnya.

Berdasar informasi dari Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika, bahwa gempa berkekuatan 7,6 Scala Richter itu terjadi pada pukul 17.16 WIB., pada hari Rabu, tanggal 30 September 2009. Pusat gempa terjadi di lokasi 0.84 Lintang Selatan dan 99.65 Bujur Timur, tepatnya berada di arah 57 kilometer barat daya Pariaman, Sumatera Barat.

Sementara itu, data terakhir berdasarkan laporan Departeman Kesehatan (5/10) terkait korban gempa di Padang adalah korban tewas 607 orang, luka-luka 3.435 orang dan diperkirakan ribuan orang masih tertimbun di Padang. Sementara di Pariaman, masih ada lebih kurang 618 warga di 3 kampung desa Tandikat yang tertimbun longsoran akibat bukit memanjang yang terbelah hingga puluhan kilometer.

Mengapa kejadiannya koq pada pukul 17.16 ?.

Tentu ada hikmah di balik semua musibah di negeri kita ini, bahwa ’kiamat kecil’ ini adalah peringatan dari Alloh swt., Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala-galanya, jadi bukan peristiwa alam semata.

Kalau kita cermati ke dalam Al Qur’an, seperti ada korelasi di dalamnya, bahwa pukul 17.16 itu diartikan surat ke 17 dari total 114 surat dalam Al Qur’an, yaitu Surat Al Isro’ ayat ke 16 yang berarti sebagai berikut :

rusak.jpg

“Dan jika Kami (Alloh) hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Alloh), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al Isro : 16)

Selain itu, gempa susulan di Padang juga terjadi pada pukul 17.58 WIB. Jika dikaitkan dengan kitab suci Al Qur’an, dalam surat 17 (Al Isro’) ayat 58 pun dituliskan :

“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfudz)”.

Hanya pertanyaan yang ada di benak kita sekarang. Masihkah kita ragu atas kebenaran firman-firman Alloh ?, dan masihkah kita akan terus menerus bertingkah laku buruk dan merusak di bumi ini ?

Semoga semua ini menjadi bahan renungan bagi kita agar mau ingat dan kembali taat atas semua perintah Alloh subhanahu wa ta’ala.

Hari Batik Nasional (2 Oktober ?)

Posted on October 6th, 2009 in Ma' News by taufiq

batik.gif

2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Pengukuhan itu dilakukan di Perancis pada tanggal 2 Oktober pukul 16:00 waktu setempat atau pukul 20:00 WIB.

Sebanyak 111 dari total 160 negara anggota UNESCO telah mengajukan salah satu budayanya untuk dikukuhkan sebagai ICH (International Cultural Heritage) pada tahun 2009 ini. Batik Indonesia adalah salah satu budaya yang terunggul untuk menjadi warisan budaya dunia bukan benda.

Batik menjadi Warisan Budaya Dunia (World Heritage) ketiga bagi Indonesia yang terdaftar dalam Intangible Heritage of Humanity UNESCO, setelah Wayang (2005) dan Keris (2003). Didaftarkan berikutnya adalah Gamelan dan Angklung.

Ada banyak bentuk dukungan untuk hari pengukuhan itu. Mulai dari anak sekolah yang dihimbau untuk mengenakan batik oleh Dinas Pendidikan, pegawai bar dan hotel yang juga diberikan himbauan serupa oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Juga himbauan kepada pegawai pemerintah maupun non pemerintah untuk mengenakan batik pada hari itu. Tidak ada sanksi bagi mereka yang tidak melaksanakan untuk mengenakan pakaian batik pada hari itu, karena ini bentuknya hanya berupa himbauan.

Namun demikian patutlah kita berbangga hati, bahwa makin banyak kekayaan warisan Indonesia yang telah diakui oleh dunia dengan tujuan agar tak lagi diklaim oleh negara yang kini ‘rajin’ membajak budaya Indonesia, malaysia yang saat ini telah mulai mengincar menu makanan Indonesia (Rendang) untuk dijadikan sasaran pembajakan berikutnya.

Mari dukung hari pengukuhan Batik oleh PBB itu dengan mengenakan pakaian batik pada setiap tanggal 2 Oktober, dan alangkah lebih menghargai bila pada tanggal 2 Oktober kita jadikan momentum sebagai Hari Batik Nasional.

Next Page »